Selasa, 29 Januari 2013

Rencana Pengembangan Sistem Informasi





Siklus Pengembangan Teknologi Informasi di Perusahaan
Bisnis merupakan sebuah kegiatan yang dinamis. Seorang praktisi manajemen mengatakan, bahwa “only one thing that is constant within the company: change”. Sebagai konsekuensi logis terhadap lingkungan yang selalu berubah, pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan-pun memiliki suatu siklus tersendiri. Setidak-tidaknya ada enam buah tahapan besar yang membentuk proses pengembangan sistem informasi dimana kebutuhan bisnis yang berubah dan berganti secara cepat dari hari ke hari merupakan hal utama yang men-trigger dan men-drive perubahan dalam sistem informasi. Dengan mengerti siklus yang ada, seorang manajer Divisi Sistem Informasi atau sejenis dapat melakukan perencanaan secara baik sehingga dapat mengantisipasi setiap perubahan yang ada tanpa harus membuang biaya yang besar. Dengan kata lain, harus dibangun sebuah strategi yang tepat agar sistem informasi yang ada dapat secara fleksibel beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi.
Dewasa ini hampir semua perusahaan menyadari besarnya peranan teknologi informasi dalam format bisnis yang dijalani. Berbagai macam proyek teknologi informasi mulai dari otomatisasi administrasi kantor (back office) untuk meningkatkan efisiensi sampai dengan pengembangan sistem front office yang bersifat strategis dikembangkan secara simultan dalam portfolio manajemen. Secara umum proyek-proyek teknologi informasi atau sistem informasi dalam korporat dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang secara nature membentuk siklus tertentu seperti yang terlihat pada gambar berikut.
Proses perencanaan dan pengembangan suatu sistem informasi dimulai dengan menganalisa kebutuhan bisnis atau manajemen perusahaan (Business Requirements Analysis). Ada dua tujuan utama dari langkah awal ini. Tujuan pertama adalah untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang sesuai dengan perusahaan yang bersangkutan. Hal ini perlu diperhatikan mengingat bahwa teknologi informasi memiliki peranan yang unik untuk masing-masing perusahaan. Untuk retail banking misalnya, peranan teknologi informasi yang dikembangkan biasanya bertujuan untuk menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya, atau lebih ditekankan pada fungsi-fungsi front office; sementara bagi corporate banking, mungkin peranan teknologi informasi hanya didominasi pada proses otomatisasi fungsi-fungsi back office. Dengan kata lain, hasil dari tahap ini adalah suatu pengertian mengenai posisi teknologi informasi yang paling tepat (appropriate) bagi perusahaan yang bersangkutan. Ini akan menjadi dasar utama pemikiranuntuk pengembangan sistem informasi selanjutnya, terutama dalam hal penentuan besarnya investasi yang layak untuk dianggarkan. Tujuan kedua dari tahap ini adalah untuk mendefinisikan secara rinci jenis-jenis informasi baik yang secara taktis maupun strategis dibutuhkan oleh manajemen perusahaan untuk pengembangan bisnisnya.
Setelah kebutuhan bisnis didefinisikan, langkah berikutnya adalah melaksanakan suatu perencanaan strategis di bidang pengembangan teknologi informasi yang biasa disebut dengan Information Technology Strategic Planning. Output dari langkah ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu blue print rencana pengembangan sistem informasi untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Di samping itu juga disusun teknik-teknik terkait untuk mendukung terselenggaranya implementasi proyek-proyek tersebut, misalnya format struktur organisasi yang diperlukan, metode kerjasama dengan perusahaan lain, skala prioritas, standar manajemen proyek, proses dan prosedur tender, dan lain sebagainya.
Untuk mengelola sekian proyek teknologi informasi di dalam perusahaan - yang di satu pihak saling terkait satu dengan lainnya dan di pihak lain terdiri dari modul-modul yang terpisah (untuk keperluan divisi-divisi yang terpisah pula) - diperlukan suatu manajemen khusus untuk memantau pelaksanaan masing-masing proyek dalam portfolio. Setiap proyek mulai dari tahap perencaaan, analisa, desain, konstruksi, implementasi, sampai pada tahap pasca implementasi harus dimonitor dengan sebaik-baiknya. Alasan pertama adalah untuk menjamin keberhasilan program-program yang ditargetkan sesuai dengan kebutuhan (terutama dari segi waktu dan biaya). Alasan kedua adalah untuk menjamin utilisasi pemakaian berbagai macam sumber daya (uang, waktu, manusia, kesempatan, informasi, dsb.) yang selain mahal, juga sangat terbatas keberadaannya. Alasan lain adalah untuk menjaga integritas seluruh proyek yang dikerjakan, agar tidak terjadi konflik kepentingan maupun redundansi pekerjaan.
Sumber: Renaissance Advisors, 1997
Proses berikutnya dalam siklus pengembangan teknologi informasi di perusahaan adalah manajemen proyek (Information Technology Project Management) itu sendiri. Secara garis besar ada tiga jenis proyek yang mendominasi kebanyakan perusahaan di Indonesia. Kelompok pertama adalah segala macam proyek yang berkenaan dengan konstruksi fisik infrastruktur teknologi informasi, mulai dari instalasi kabel, pengadaan komputer, sampai dengan pembangunan jaringan komputer semacam LAN atau WAN. Kelompok kedua adalah implementasi dari paket perangkat lunak (application software) yang dibeli perusahaan, mulai dari modul-modul retail seri Microsoft sampai dengan sistem informasi korporat setingkat SAP, Oracle, dan BAAN. Kelompok terakhir adalah yang biasa disebut dengan in-house custom development, yaitu berupa pengembangan perangkat lunak aplikasi oleh sumber daya manusia internal perusahaan, dengan cara menggunakan bahasa-bahasa pemrograman umum seperti Visual Basic, Cobol, RPG, dan Pascal, yangdikombinasi dengan sistem basis data semcam Microsoft Access, SQL Server, Oracle, atau Fox Pro. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah dipergunakannya secara disiplin dan konsisten filosofi manajemen proyek di bidang teknologi informasi untuk masing-masing jenis pengembangan yang secara nasional maupun internasional telah terbukti efektivitasnya.
Setelah masing-masing proyek sukses dilaksanakan, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah teknik-teknik manajemen pemeliharaan sistem informasi yang telah dibangun dan diimplementasikan. Manajemen pemeliharaan sistem (maintenance, supports, and services) tidak hanya yang berhubungan dengan bagaimana secara fisik memelihara infrastruktur yang ada dan selalu memberikan pelayanan kepada pengguna atau users secara memuaskan, tetapi lebih dari pada itu. Hal-hal seperti langkah-langkah yang harus diambil jika sistem harus dimodifikasi secara minor maupun besar-besaran, proses atau prosedur yang harus dilalui jika ada permintaan akan informasi yang baru, pengambilan keputusan terhadap anggaran yang harus disusun secara ad-hoc karena kebutuhan mendadak, pemberian pelatihan kepada karyawan (user) baru, merupakan contoh dari berbagai aktivitas yang harus jelas prosedur pelaksanaan dan pengelolannya. Tidak jarang ditemui perusahaan yang telah mengeluarkan biaya pemeliharaan yangternyata jauh lebih besar daripada biaya pengembangan sistem komputer itu sendiri hanya karena tidak adanya manajemen pemeliharaan yang baik. Harap diingat bahwa unsur terbesar dari biaya pengembangan teknologi informasi yang biasanya tidak diperhatikan manajemen perusahaan adalah hidden costs sehubungan dengan kebutuhan pemeliharaan sistem.
Untuk perusahaan yang sangat menggantungkan aktivitasnya kepada kehandalan teknologi informasi (perusahaan jasa seperti bank, asuransi, sekuritas, stock exchange, telekomunikasi, dsb.), perlu diadakan suatu analisa terhadap sistem teknologi informasi yang dimiliki saat ini berkaitan dengan resiko-resiko manajemen yang mungkin timbul di kemudian hari. Masalah-masalah seperti keamananan data atau sistem, kontrol internal terhadap penggunaan sistem, contingency planning jika ada komponen infrastruktur yang mendadak rusak (misalnya jaringan telekomunikasi melalui satelit rusak, apakah ada penggantinya?), jalur komunikasi yang mungkin disadap orang lain, adalah contoh-contoh faktor yang perlu diperhatikan. Alasannya sederhana. Jika di perusahaan yang bersangkutan teknologi informasi merupakan komponen utama dalam menjalankan bisnis, sedikit saja kerusakan atau ketidaknormalan terjadi pada sistem terkait, akan memberikan dampak buruk yang secara signifikan mempengaruhi kinerja perusahaan(tidak tertutup kemungkinan terjadinya kerugian bisnis secara besar dalam waktu singkat: bayangkan berapa nilai uang yang hilang jika satu jam sistem komputer dalam lantai bursa stock exchange mendadak rusak!).
Proses terakhir yang terjadi dalam siklus pengembangan sistem informasi di perusahaan adalah apa yang sering dinamakan sebagai Information System Effectiveness Review. Dalam era globalisasi saat ini, alam persaingan bisnis terasa sedemikian beratnya. Untuk bersaing dengan kompetitor dalam industri sejenis, penawaran barang/produk atau jasa secara lebih murah dengan kualitas lebih baik belum cukup dipergunakan sebagai senjata utama. Hal lain yang menjadi kunci utama untuk dapat bertahan dalam abad ini adalah kemampuan suatu perusahaan untuk beradaptasi secara cepat terhadap perubahan alam kompetisi yang juga bergerak sedemikian cepatnya. Bahkan untuk beberapa jenis industri hitungannya bisa per detik! Dengan kata lain, dinamika perubahan bisnis yang terjadi, yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap strategi perusahaan, harus selalu dikonfirmasikan dengan keberadaan atau eksistensi sistem informasi yang telah dimiliki. Sering terjadi kasus dimana kebutuhanperusahaan pada saat sebuah proyek teknologi informasi dimulai sudah jauh berbeda dengan kebutuhan bisnis ketika proyek tersebut selesai dilaksanakan (alias program perangkat lunak yang dibuat sudah tidak 100% sesuai lagi dengan kebutuhan perusahaan). Untuk mengatasi hal ini, manajemen perusahaan harus secara periodik dan kontinyu menilai dan menganalisa tingkat efektivitas dari teknologi informasi yang dimiliki dalam menjawab kebutuhan terkini (mutakhir) dari perusahaan. Harap diperhatikan bahwa teknologi informasi hanya merupakan aspek supply di dalam sebuah perusahaan, yang keberadaannya merupakan jawaban terhadap aspek demand, yaitu sistem informasi itu sendiri.
Pada akhirnya siklus pengembangan teknologi informasi akan kembali pada langkah pendefinisan kebutuhan bisnis yang seperti telah dijelaskan senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Bahkan tidak jarang dialami oleh beberapa perusahaan yang merubah strategi bisnisnya setelah melihat kesempatan-kesempatan pengembangan lain yang ditawarkan oleh teknologi informasi. 
Dengan diketahuinya siklus ini, diharapkan para manajer sistem informasi (Divisi EDP, Departemen Teknologi Informasi,  Bagian Pengolahan Data, dsb.) dapat dengan mudah memilah-milah dan menganalisa proyek-proyek yang ada dalam portfolio manajemen pengembangan teknologi informasi, sehingga bisa diketahui posisi evolusinya. Dengan mengetahui posisi tersebut, akan semakin mempermudah dalam melakukan manajemen masing-masing proyek atau program yang telah dicanangkan perusahaan. Di samping itu, siklus ini juga telah terbukti sangat membantu dalam hal pemberian batasan atau scope pengembangan proyek-proyek teknologi informasi yang melibatkan pihak-pihak eksternal perusahaan, seperti vendor, konsultan, rekanan bisnis, dan lain sebagainya

Jumat, 11 Januari 2013

Download Delphi 2010 Full Version

Delphi 2010 Full Version dimana software ini banyak sekali digunakan para Programmer untuk membuat atau membangun sebuah aplikasi dan Delphi 2010 Full Version ini adalah software compiler untuk bahasa pemrograman Delphi. Disebut sebagai compiler, hal ini karena software ini menerjemahkan dari bahasa pemrograman Delphi yang dimengerti oleh manusia yang kemudian akan dijalankan oleh komputer dan tentunya sesuai perintah-perintah program yang dibuat. Mengapa dibutuhkan sebuah Compiler??? karena komputer sebenarnya hanya mengerti 1 buah bahasa saja, yaitu bahasa rakitan/ Assembly. Sedangkan bahasa Assembly tersebut hanya berisikan kode angka, 0 dan 1 saja.

Bahasa Delphi, atau dikenal pula sebagai object pascal (pascal dengan ekstensi pemrograman berorientasi objek (PBO/OOP)) pada mulanya ditujukan hanya untuk Microsoft Windows, namun seiring perkembangan jaman saat ini telah mampu digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk Linux dan Microsoft .NET  framework. Dengan menggunakan Free Pascal yang merupakan proyek OpenSource, bahasa ini dapat pula digunakan untuk membuat program yang berjalan di Sistem Operasi Mac OS X dan Windows CE.

Aspek penting yang perlu dicatat tentang Bahasa pemrograman Delphi termasuk:
  • Penanganan object sebagai reference/pointer secara transparan
  • Properti sebagai bagian dari bahasa tersebut; benar, sebagai getter dan setter (atau accessor and mutator), yang secara transparan mengenkapsulasi akses pada field-field anggota dalam kelas tersebut.
  • Property index dan Default yang menyediakan akses pada data kolektif
  • Pendelegasian (type safe method pointer) yang digunakan untuk memproses event yang dipicu oleh component
  • Pendelegasian implementasi interface pada Field ataupun property dari class.
  • Implementasi penanganan windows message dengan cara membuat method dalam class dengan nomer/nama dari windows message yang akan dihandle.
  • COM bersifat sebagai interface yang independen dengan implementasi class sebagai reference counted
  • Kompilasi yang dapat menghasilkan kode yang berjalan secara native x86 ataupun managed code pada arsitektur framework .NET.
Ok Sobat blogger bagi yang ingin Download Delphi 2010 Full Version ini silahkan di Download di link berikut ini :

PERHATIAN!

Untuk cara install Delphi 2010 Full Version ini sobat blogger Falah Mulyana sudah sertakan cara untuk installnya silahkan sobat blogger tinggal Download saja.
PERHATIAN!
Anda akan diarahkan ke adf.ly kemudian tunggu 5 detik dan cari tombol SKIP AD yang berada di sebelah kanan atas monitor anda.

Untuk Menjadi kan Delphi 2010 ini menjadi Full Version, sobat blogger wajib Download  Embarcadero Delphi.2010 Architect, vjredist dan NetFx20SP2_x86

Download Via Sharebeast

Download Embarcadero Delphi.2010 Architect

Download vjredist 

Download NetFx20SP2_x86

Download How To Install Delphi 2010

Password : www.remo-xp.com

Cara Install dan Membuat Web Blog Wordpress di Komputer Lokal

Untuk membuat web blog dengan wordpress ini saya anggap rekan blogger sudah paham melakukan install dan menggunakan apache dan mysql pada komputer lokal. Jika belum silahkan baca cara artikel Cara Install Apache dan MySQL dalam Paket XAMPP.
Pertama dowload wordpress terbaru dari alamat resminya di http://wordpress.org/latest.zip dan simpan di drive lokal komputer anda. Ingat folder wordpress ini di simpan di folder khusus sebagai master dari wordpress untuk membuat web blog anda selanjutnya.
Copy folder wordpress yg sudah di download tadi ke dalam folder C:\XAMPP\HTDOCS\ kemudian ubah nama folder yang sebelumnhya wordpress menjadi nama web blog anda, misalnya saya hendak membuat web blog dengan nama BELAJARJAVA, maka saya harus me-rename folder wordpress tadi dengan cara klik kanan pada folder worpress kemudian pilih rename selanjutnya ketik nama baru yakni BELAJARJAVA dan tekan ENTER.

Folder BelajarJava ini akan diketikan pada address Web Browser kita seperti Internet Explorer atau Mozilla Firefox. Tapi sebelum melakukan installasi wordpress dari browser terlebih dahulu buat sebuah database di pypmyadmin.
Cara membuat database web blog
1. Jalankan web browser anda (mozilla, IE atau lainnya) kemudian
2. Ketik pada address bar browser sebagai berikut : //localhost/phpmyadmin kemudian tekan ENTER
3. Ketik nama databasenya (contoh : BelajarJavaDB) pada Create new database
4. Klik tombol Create
5. Bila muncul pesan Database BelajarJavaDB has been created, maka proses pembuatan database sudah berhasil.
Selanjutnya ikuti langkah pertama untuk installasi wordpress
1. Buka folder wordpress yg sudah diubah menjadi BelajarJava tadi dan temukan sebuah file bernama wp-config-sample.php
2. Edit/perbaiki/ubah isi file wp-config-sample.php dengan macromedia dreamwaver atau bisa saja menggunakan notepad bawaan windows.
3. Cari tulisan di dalam file wp-config-sample.php seperti berikut :
define('DB_NAME','database_name_here'); dan ganti menjadi define('DB_NAME','BelajarJavaDB');
define('DB_USER','username_here'); dan ganti menjadi define('DB_NAME','root');
define('DB_PASSWORD','password_here'); dan ganti menjadi define('DB_NAME',''); (hapus kata password_here hingga tinggal tanda petiknya saja)
4. Ubah nama file wp-config-sample.php menjadi wp-config.php
Berikut cara Installasi Wrodpress
1. Jalankan Web Browser
2. Ketik pada address bar sebagai berikut : //localhost/BelajarJava kemudian ENTER
3. Ketik Judul Web Blog anda pada Site Title, misalnya Belajar Java
4. Ketik username untuk nantinya digunakan dalam mengelola web blog anda pada Username, misalnya BIKPemula atau gunakan standard yaitu Admin.
5. Ketik dua kali password anda pada kedua kotak Password, twice
6. Ketik alamat email anda pada Your E-mail, misalnya bikpemula@gmail.com
7. Klik tombol Install Wordpress
8. Setelah muncul pesan Success!, klik Log In
9. Masukan username dan password anda yg barusan anda buat
10. Klik Log In untuk memulau blogging atau menulis artikel di blog
Sampai di sini proses installasi web blog wordpress sudah selesai, untuk membuktikannya silahkan coba jalankan web blognya di browser anda dengan mengetik : //localhost/BelajarJava dan ENTER, maka akan tampil sebuah website yg barusan anda isntall.
Selanjutnya tinggal melengkapi web blog anda dengan menulis artikel pertama di web blog anda, bila belum tau cara menulis artikel di wordpress tunggu artikel berikutnya tentang cara menulis artikel di blog.
Bila web blog sudah selesai dibuat silahkan upload ke web server online dengan memanfaatkan hosting gratis yang banyak bertebaran di internet silahkan pilih salah satu hosting yang terbaik menurut anda, baik hosting gratis maupun hosting berbayar